Sengketa Lahan Berujung Petaka, Aksi Kekerasan Fisik Pecah di Praya Barat Daya
LOMBOK TENGAH — Sebuah tragedi kekerasan fisik yang berdarah kembali mencoreng wajah wilayah Kecamatan Praya Barat Daya. Cekcok yang berawal dari sengketa lahan warisan keluarga memanas hingga berujung pada aksi saling serang menggunakan senjata tajam dan balok kayu, mengakibatkan sejumlah orang harus dilarikan ke fasilitas kesehatan dengan luka serius.
Insiden bentrokan antar-kerabat ini melibatkan dua kelompok besar dari Keluarga Bapak Hasan dan Keluarga Bapak Usman, yang secara silsilah masih memiliki hubungan darah. Peristiwa mengerikan tersebut meletus di area persawahan yang menjadi batas antara Desa Pelambik dan Desa tetangga di wilayah Praya Barat Daya, pada Rabu pagi (13/5/2026) sekitar pukul 09.00 WITA.
Akar permasalahan (Why) dari kekerasan brutal ini bermula dari perselisihan batas tanah warisan peninggalan leluhur seluas dua hektar yang tidak kunjung menemukan titik temu selama lima tahun terakhir. Puncak emosi terjadi karena salah satu pihak dinilai secara sepihak memindahkan patok batas tanah pada malam hari sebelumnya. Rasa tidak terima dan gengsi keluarga membuat ruang mediasi tertutup rapat oleh amarah.
Kronologi pecahnya kekerasan (How) bermula ketika Kelompok Keluarga Usman datang membawa petugas desa untuk melakukan pengukuran ulang di lokasi. Namun, di lapangan mereka sudah ditunggu oleh puluhan orang dari Kelompok Keluarga Hasan. Adu mulut tidak dapat dihindarkan, diiringi makian dan saling dorong. Situasi memanas ketika salah seorang dari kerumunan melempar sebongkah batu yang mengenai kepala salah satu sesepuh dari keluarga Usman.
Lemparan batu tersebut menjadi pemantik “api” bentrokan. Kedua kubu yang ternyata sudah membekali diri dengan bambu, balok kayu, dan beberapa bilah parang yang disembunyikan di balik sarung, langsung saling serang secara membabi buta di tengah area persawahan yang berlumpur. Jerit histeris dari warga yang menyaksikan dari kejauhan tak mampu menghentikan pertikaian yang berlangsung selama kurang lebih 20 menit tersebut, hingga akhirnya personel kepolisian dari Polres Lombok Tengah tiba dan melepaskan tembakan peringatan ke udara.
Akibat insiden ini, tiga orang dilaporkan mengalami luka bacok di bagian lengan dan bahu, sementara lima lainnya menderita luka memar dan bocor di kepala. Kedelapan korban segera dievakuasi ke Puskesmas Darek dan sebagian dirujuk ke RSUD Praya. Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah memastikan bahwa area sengketa saat ini telah dipasangi garis polisi (police line). Sebanyak enam orang yang diduga sebagai provokator utama dari kedua belah pihak kini telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan intensif.
